#SATUKATACINTA

Jika kita sudah mengangkat tangan, Insya Allah Tuhan akan turun tangan

Jumat, 02 Oktober 2015

JOMBLO : NGENES ATAU HAPPINESS ?

hai bro/sis, kali ini gue bakal posting artikel tentang JOMBLO nih ? mungkin yang pada single bakal baper ato malah ngakak dan ngejadiin ini lelucon yang lagi buming dizaman kita kan guys ? lo single ? tenang !! gue punya tawaran buat elo yang ngerasa jomblo sih buat lebih nganggap bahwa penderitaan lo itu bisa memberi keuntungan yang berlipat-lipat bagi lo sendiri. seperti kata Arnold Toynbee, salah satu ilmuwan sejarah ia berteori bahwasanya ketika kita memberi respon yang memadai atas tantangan yang kita hadapi, tantangan tersebut bakal jadi jackpot bagi lo.
bagaimana bisa derita lo jadi jomblo bisa jadi keberuntungan bagi lo ? lets cekidot!!! :D
jangan lupa tinggalkan komentar yaaa....

JOMBLO : NGENES ATAU HAPPINESS ?



      JOMBLO. Sebuah kata yg mempunyai 6 huruf ini tengah menjadi buah bibir di kalangan darah muda. Jomblo berarti seseorang yang tidak memiliki pasangan atau pacar. Entah sejak kapan istilah ini sudah membumi juga tidak diketahui. Banyak sudah remaja yang sangat cemas jika dirinya tengah menjomblo. Mungkin takut disebut tidak laku oleh teman sejawat, atau alasan lainnya.
pengamatan saya terhadap fenomena ini menyimpulkan 2 hipotesa. Hipotesa pertama, kelompok remaja yang tidak senang menjomblo. Kelompok ini cenderung ingin bersegera memiliki pacar jika sudah putus dengan kekasihnya. "Takut dikatakan tidak laku" ,itu alasannya. Alasan lain adalah takut dikatakan jelek karena tidak ada yg mau menjadi teman hidupnya. Fenomena ini sangat menarik jika kita bedah lebih dalam . Bukankah semua manusia didunia ini akan mendapat pasangan yg sudah ditentukan oleh sang maha Kuasa ? Lalu mengapa ketakutan untuk tidak mendapatkan pasangan malah menjadi-jadi?

     Ketakutan untuk disebut jomblo kian hari kian muncul ke permukaan, mulai dari obrolan ringan,hingga sosial media pun turut menjadikan ini topik hangat. Selang dengan bermunculannya "meme" tentang sindiran bagi si jomblo, membuat sang kreator sangat intens dalam memakai diksi kata yg mantap untuk dijadikan bahan lelucon. Aneh aneh saja yaa. 

     Hipotesa pertama ini menghasilkan kelompok  yakni :
1.  JOMBLO NGENES
     
     Ini setingkat dengan kasta sudra dalam pembagian kelas masyarakat Bali. Jomblo ngenes  ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Seseorang dikatakan jones jika sudah terlalu lama  menjomblo, rasio sekitar lebih dari 6 bulan. Sangking sedihnya jomblo ngenes ini,  seorang musisi Kunto Aji menciptakan single yang berjudul "Sudah Terlalu Lama Sendiri" . Wah ternyata si jones ini terkenal juga yaa. Ratapan nasib jomblo ngenes karena setiap malam minggu sendiri, tak pernah diajak jalan, dan tidak mendapat perhatian dari kekasih. Ini sering menjadi lelucon dengan intensitas selera humor tersendiri. Apakah benar menjadi jomblo se-mengerikan ini? 

2. JOMBLO HAPPINESS.

     Seperti apalagi ini? Naah, ini adalah kelompok yang tidak takut jika dirinya berstatus "sendiri". Walau sering disindir via sosial media, terlebih lagi "meme" di Instagram, si jomblo happiness tidak merasa jengkel sedikitpun. Bahkan ia menganggap itu hanya lelucon yang terkadang punya keunikan tersendiri. Tidak peduli apakah sudah berstatus jomblo kurang ataupun lebih dari 6 bulan, namun yang ia rasakan adalah kebahagiaan. Mungkin mengisi kekosongan hati dengan mengikuti kegiatan positif, Seperti mengikuti organisasi, lebih banyak membaca dan memperluas wawasan, ikut kursus , dan lain sebagainya. Waktu senggang yang disediakan untuk berpacaran silahkan diganti saja dengan kegiatan yang bermanfaat. Tak ada yg bermasalah.

     Bagaimana cara membedakan antara JOMBLO NGENES dengan JOMBLO HAPPINESS? Mudah saja. Pembeda ini hanya di paradigma individu saja . Sebagaimana menurut Max Weber,yang berbeda hanya di pemahaman sujektif individu tersebut. Seseorang akan merasa menjadi jones ketika ia selalu berprasangka buruk terhadap dirinya sendiri. Kesendirian dianggap sebagai kesengsaraan. Pacaran dijadikan prioritas dan belajar dijadikan opsi kesekian. Ketika tidak punya pacar, dunia dianggap sudah kiamat. Apakah harus seperti itu? TIDAK. ditambah menurut Arnold Toynbee, sebuah tantangan akan menjadi keberuntungan jika diberikan tanggapan yang memadai dan melawan tantangan tersebut. ketika individu memiliki jiwa yang kreatif dan berkemimpinan,ia akan dengan mudah menganggap masalah menjadi mudah dan gampang diselesaikan.  Sebuah masa remaja tidak akan berakhir begitu saja karena tidak memiliki pacar. Fungsi laten dari lembaga pendidikan sebagai penunda usia perkawinan bahkan seakan sia-sia karena kita terlalu larut dalam hal cinta. Hal buruk mungkin akan terjadi,seperti pergaulan bebas yang berujung pernikahan dini. Fungsi laten jadi tidak berjalan bukan?

     Lantas bagaimana supaya tidak menjadi jones? Gampang saja, intinya hanya satu, MOVE ON. Robah semua yg berdampak buruk pada masa depanmu. Tinggalkan keterpurukan, tingkatkan apa yang bisa membuatmu lebih baik. Bahagia tidak selalu hanya karena dicinta seseorang. Bukan itu ! Apalah arti cinta seseorang jika hanya semu dan sementara?

     Dunia sangat menarik teman. Banyak rahasia yang bisa saja kita bongkar bersama. Seperti kata Bung Karno , beliau akan mengguncang dunia jika diberi 10 pemuda. Dunia ini indah jika kita habiskan dengan kegiatan positif. Robah penampilanmu, perbaiki akhlakmu. Pergaulan yang membuat masa depanmu suram kurangilah. Coba gali potensimu sejak dini. Tidak akan ada ruginya jika kita sudah mulai cetak prestasi dari sekarang. Bahkan, semua orang akan mencintaimu jika kamu cerdas dan pandai bermasyarakat. Nah,bagaimana? Lebih menguntungkan menjadi JOMBLO HAPPINES  kan daripada hanya meratapi nasib menjadi JOMBLO NGENES ? Jadi sekarang tinggal pilih, menjadi jomblo NGENES atau HAPPINESS?

    Semua orang tau caranya,tapi tidak semua orang mau memulainya.

5 komentar: