#SATUKATACINTA

Jika kita sudah mengangkat tangan, Insya Allah Tuhan akan turun tangan

Minggu, 26 Maret 2017

PENELITIAN INTEGRASI MASYARAKAT MAJEMUK PONDOK

BAB I
PENDAHULUAN

1.      Latar belakang

Berbagai kelompok sosial yang ada di Indonesia, memiliki karakteristik dan perilaku budaya yang berbeda. Ini salah satu yang menyebabkan bangsa Indonesia menjadi masyarakat yang heterogen atau biasa disebut masyarakat majemuk. Kebudayaan hanya terbatas dalam ciptaan manusia. Adapun sesuatu yang dapat menimbulkan segetaran kalbu, tetapi bukan dari ciptaan manusia, maka ia bukan masuk golongan budaya. Gunung yang membiru, lembah yang menghijau, sungai yang berbelit berliku-liku, walaupun bagaimana indah dan nikmatnya,namun semuanya itu bukanlah disebut kebudayaan, karena ia bukan ciptaan manusia, tetapi ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Tetapi selayang sapuan pensil menhias kanvas, atau segores pahatan di ujung batu, mungkin ia disebut sebagai kesenian atau segumpal kebudayaan,karena ia diciptakan oleh tangan manusia.
Membahas warisan budaya(cultural heritage) peryantaan ini bukan retorika belaka, namun kenyataan objektif telah memperlihatkan bahwa wilayah dengan luas daratan belasan ribu kilo meter di penuhi oleh peninggalan budaya masa lampau. Semua masa yang terbagi terbagi dalam pembabakan sejarah –prasejarah, klasik, islam, kolonial, tionghoa, revolusi ada bukti tinggalannya. HBT (himpunan bersatu teguh) merupakan komunitas warga tioghoa yang ada di Indonesia  yang di bagi atas dua macam bagian yakni, HBT rumah duka dan HBT pernikahan. HBT rumah duka merupakan suatu tempat upacara kematian masyarakat tionghoa,yang tersebar di seluruh Indonesia seperti,Jakarta,tangerang,pekan baru dan tentunya padang.
HBT rumah duka padang sendiri terletak di perkampungan cina,kecamatan padang selatan,kota padang yang terletak di kawasan dataran rendah,pariwisata sebagai bentuk pemamfaatan sumberdaya arkeologi merupakan hal yang cukup menarik dan realistis untuk di tawarkan.sebagai sistem industri,pariwisata dapat dinilai memberikan peluang kepada banyak orang untuk berpartisipasi.selain itu pariwisata concern terhadap pelestarian objak merupakan komponen utamanya.

Menurut Furnivall masyarakat majemuk (plural society) merupakan suatu masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih elemen dan tatanan sosial yang hidup berdampingan, tetapi tidak terintegrasi dalam satu kesatuan politik. Dewasa ini kita hidup di dalam sebuah masyarakat majemuk yang ditinjau dari segi suku, agama, ras, dan etnis. Struktur masyarakat Indonesia yang ditandai oleh heterogenitas etnik dan bersifat unik, secara horisontal ditandai oleh kenyataan adanya kesatuan sosial berdasarkan perbedaan suku bangsa, agama, adat istiadat, dan primordialisme (lebih mengutamakan kelompoknya). Secara vertikal, struktur masyarakat Indonesia ditandai oleh adanya perbedaan vertikal antara lapisan atas dan lapisan bawah.
Pada zaman Hindia-Belanda masyarakat Indonesia digolongkan menjadi tiga golongan oleh antropolog Belanda Furnivall, yaitu golongan penjajah Belanda yang menempati tingkat pertama, kedua adalah golongan minoritas Cina, sedangkan golongan pribumi menempati tingkat yang ketiga.
Sekitar 175 negara anggota PBB yang bersifat multietnik, hanya ada sekitar 12 negara yang homogen, di antaranya di Eropa yaitu Jerman, di Asia adalah negara Jepang, dan di Afrika adalah Somalia. Jadi, keragaman penduduk itu bukanlah khas Indonesia, meskipun diakui heterogenitas penduduk Indonesia ini cukup besar. Dari Sabang sampai Merauke ada ratusan suku bangsa dengan bahasanya sendiri-sendiri. Panutan agama formal dari sekian ratus suku bangsa tidak sama, ada yang beragama Islam, Katolik, Protestan, Hindu, dan Buddha.
Daerah Padang Selatan yakni lebih khususnya disekitar Pondok, perkampungan cina daerah ini adalah daerah yang memiliki masyarakat yang beragam dan majemuk. Di daerah ini masyarakat ada yang berasal dari warga pribumi, pendatang dari suku tionghoa, india, maupun warga pendatang dari batak. Mereka juga memiliki agama dan kepercayaan yang beragam. Oleh, karena itu, penulis mengambil topik penelitian “Kebudayaan Masyarakat Majemuk Kampung Batu Pondok Kecamatan Padang Selatan dan Kongsi Heng Beng Pondok Padang”





2.      Rumusan masalah
a.       Bagaimana kebudayaan masyarakat majemuk daerah Kampung Batu Kecamatan Padang Selatan ?
b.      Bagaimana kebudayaan kongsi heng beng Pondok Padang Selatan ?


3.      Tujuan masalah
a.       Mengetahui bagaimana kebudayaan masyarakat majemuk daerah Kampung Batu Kecamatan Padang Selatan ?
b.      Mengetahui bagaimana kebudayaam kongsi heng beng pondok Kampung cina padang selatan














BAB II
PEMBAHASAN
KEBUDAYAAN MASYARAKAT MAJEMUK DAERAH KAMPUNG BATU
PADANG SELATAN

1.     Pengertian kebudayaan
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat

2.      Pengertian Masyarakat Majemuk
  • Dr. Nasikun mengemukakan masyarakat majemuk adalah suatu masyarakat dalam mana sistem nilai yang dianut oleh berbagai kesatuan sosial yang menjadi bagian-bagiannya adalah sedemikian rupa sehingga para anggota masyarakat kurang memiliki loyalitas terhadap masyarakat sebagai suatu keseluruhan, kurang memiliki homogenitas atau bahkan kurang memiliki dasar-dasar untuk memahami satu sama lain
  • Furnival mengemukakan bahwa masyarakat majemuk merupakan masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih komunitas (kelompok) yang secara kultural dan ekonomi terpisah –pisah serta memiliki struktur kelembagaan yang berbeda-beda satu sama lainnya.


Karakteristik masyarakat majemuk


  1. Terjadi segmentasi ke dalam bentuk-bentuk kelompok subkebudayaan yang berbeda satu dengan yang lain
  2. Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer
  3. Kurang mengembangkan konsensus diantara para anggota-anggotanya terhadap nilai-nilai yang bersifat dasar
  4. Secara relatif seringkali mengalami konflik di antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain
  5. Secara relatif, integrasi sosial tumbuh di atas paksaan (coercion) dan saling ketergantungan dalam bidang ekonomi
  6. Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok lain


Faktor terbentuknya masyarakat majemuk


  • Latar belakang historis
Adanya perbedaan waktu dan jalur perjalanan ketika nenek moyang bangsa Indonesia berpindah (migrasi) dari Yunan (Cina Selatan) ke pulau-pulau di Nusantara
  • Kondisi geografis
Perbedaan kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas pulau-pulau dengan relief beranekaragam dan satu dengan lainnya dihubungkan oleh laut dangkal, melahirkan suku bangsa yang beranekaragam pula, terutama pola kegiatan ekonomi dan perwujudan kebudayaan yang dihasilkan untuk mendukung kegiatan ekonomi tersebut
  • Keterbukaan terhadap kebudayaan luar
Bangsa Indonesia adalah contoh bangsa yang terbuka. Hal ini dapat dilihat dari besarnya pengaruh asing dalam membentuk keanekaragaman masyaarkat di seluruh wilayah Indonesia yaitu antara lain pengaruh kebudayaan India, Cina, Arab dan Eropa.
A.       Organisasi sosial
Lembaga sosial merupakan tata cara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia dalam sebuah wadah yang disebut dengan Asosiasi. Lembaga dengan Asosiasi memiliki hubungan yang sangat erat. Namun memiliki pengartian yang berbeda. Lembaga yangg tidak mempunyai anggota tetap mempunyai pengikut dalam suatu kelompok yang disebut asosiasi. Asosiasi merupakan perwujudan dari lembaga sosial. Asosiasi memiliki seperangkat aturan, tatatertib, anggota dan tujuan yang jelas. Dengan kata lain Asosiasi memiliki wujud kongkret, sementara Lembaga berwujud abstrak. Istilah lembaga sosial oleh Soerjono Soekanto disebut juga lembaga kemasyarakatan. Istilah lembaga kemasyarakatan merupakan istilah asing social institution. Akan tetapi, ada yang mempergunakan istilah pranata sosial untuk menerjemahkan social institution. Hal ini dikarenakan social institution menunjuk pada adanya unsur-unsur yang mengatur perilaku para anggota masyarakat. Sebagaimana Koentjaraningrat mengemukakan bahwa pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakukan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas- aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.
  • Fungsi lembaga social bagi kehidupan :
 a. Memberikan pedoman kepada anggota masyarakat tentang sikap dalam menghadapi masalah di masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan pokok.
b. Menjaga keutuhan dari masyarakat yang bersangkutan.
c. Memberi pegangan kepada anggota masyarakat untuk mengadakan pengawasan terhadap tingkah laku para anggotanya.
Pada daerah ini, masyarakat kampong batu dan sekitarnya memiliki organisasi yang bernama PRPI (PERSATUAN RASA PERSAUDARAAN ISLAM)  yang pusatnya berada di Masjid di daerah tersebut. Mereka sering mengadakan acara rapat untuk menjalin rasa kebersamaan dan toleransi agar tidak mudah terpecah dan terjadi segmentasi kebudayaan. Kegiatan ini dilakukan rutin per minggu, tidak hanya dihadiri oleh masyarakat pribumi, melainkan juga masyarakat dari suku bangsa tionghoa dan batak ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Daerah ini masyarakatnya semacam mengadakan kegiatan kongsi dan lain sebagainya. Jika adapun yang mengadakan acara pernikahan, warga akan datang secara bersama-sama tanpa adanya rasa disintegrasi diantara mereka. Pola hubungan positif masyarakat beragama ini dapat diamati dalam bentuk kerjasama dan toleransi.
Pola hubungan yang positif ini berdampak pada munculnya cita-cita bersama akan adanya persatuan kelompok. Hubungan yang positif ini diwujudkan dari adanya organisasi PRPI berbentuk kongsi dan akan menampung aspirasi masyarakat sekitar. Kegiatan PRPI ini juga berwujud ketika adanya acara pernikahan, acara tersebut diadakan di gedung yang sudah disediakan agar yang beragama apa saja bisa masuk dan merayakannya juga, namun ini tidak berlaku pada masyarakat pribumi, karena mereka menggelar acara pernikahan di rumah masing-masing sesuai dengan adat Minangkabau.


B.    Sistem kepercayaan

Masyarakat kampong batu dari dahulu sampai sekarang sudah menjunjung tinggi toleransi dan saling menghargai diantara sesamanya. Mereka percaya bahwa saling menghargai akan menumbuhkan ingtegrasi dan kebersamaan. Begitupun hal nya dengan berubadah. Di daerah kampong batu dan sekitarnya ada 6 masjid dan 2 mushola, kemudian ada 1 wihara, dan 2 gereja.


C.    Mata pencaharian
Kelompok masyarakat kampong batu saling bersaing sehat mengeksploitasu  akses sumber daya, baik sumber daya ekonomi, sosial dan politik.Masyarakat kampong batu mayoritas bekerja sebagai pedagang, karena daerah kampong batu, atau tepatnya dekat jembatan siti nurbaya merupakan objek wisata yang ramai dikunjungi turis local maupun asing. Jenis dagangannya bermacam-macam, ada yang berdagang jagung bakar, makanan, dan menjual souvenir . masyarakat pendatang umumnya yang berasal dari tionghoa dan batak  biasanya bekerja kantoran dan menjadi nelayan.







KONGSI HENG BENG KAMPUNG CINA
PONDOK PADANG SELATAN

            Diperkirakan ada 12 ribu masyarakat cina tinggal di Padang. Beratus marga atau suku yang mendiami. Kini, mereka membaur dengan masyarakat lokal, baik dari segi budaya maupun agama. Tetapi,  hanya delapan suku yang punya rumah pertemuan yakni ; suku gho, lie-kwee, tan, ong, tjoa-kwa, lim hwang dank ho. Maka di buatlah komunitas bersatu teguh untuk mempererat hubungan warga tionghoa di padang, apa pun agamanya.di HBT juga ada yang muslim. semuanya bersatu itulah yang membuat yongki salah seorang pelatih barongsai berkarya melatih generasi muda melestarikan salah satu budaya mereka barongsai upaya itu berbuah penghargaan kelas dunia. Seperti di cina, makau, Malaysia, hongkong, singapura dan terakhir Thailand. Bisa di bayangkan betapa krusialnya kehadiran himpunan bersatu teguh bagi warga-warga cina yang ada di sumatera barat dan khususnya padang.
Bangunan HBT ini sendiri berasal dari sebuah bangunan lama,yang dahulunya di pergunakan sebagai tempat berkumpul masyarakat tionghoa dengan KONGSI HENG BENG TONG yang mulai di pergunakan sejak tahun 1876.di karenakan perubahan politik dan peraturan pemerintah pada tahun 1965,kegiatan berkumpul masyarakat tionghoa berganti nama menjadi himpunan bersatu teguh.mengingat pertumbuhan anggota yang meningkat,serta kebutuhan tempat yang lebih baik,maka pada tahun 1996 dalam,dalam masa jabatan TOANKO LIAN TJIN TEK, gedung himpunan bersatu teguh di pindahkan ke tempat yang baru,yang terletak di jalan klenteng No.309 dan gedung lama di tinggalkan,serta di pergunakan lagi pada tahun 2002 atas inisiatif TOAKO TAN HOCK TJIONG, dilakukan perbaikan dan renovasi atas gedung lama.
Kantor himpunan bersatu teguh yang di tinggalkan dan tidak di pergunakan lagi,selajutnya di tetapkan sebagai rumah duka bersatu teguh.pada tanggal 30 september 2009 terjadi gempa bumi berkekutan 7,9 scala richter yang meruntuhkan bagian depan rumah duka,tahun 2010 atas inisiatif TOAKO SHO YONG TJUAN  rumah duka di perluas dan di bangun kembali dengan membeli dua buah lama dan di resmikan pemakaian rumah duka tanggal 27 januari 2011 oleh wali kota padang.

            Di HBT sendiri yang merupakan rumah duka warga tionghoa,bangunan HBT terdiri dari satu buah bangunan besar dua lantai yang di pergunakan untuk upacara kematian.rumah sendiri terbagi atas beberapa ruangan penting seperti berikut ini:
1.Ruangan utama                                                                                                                               
                        yaitu ruangan upacara kematian sebelum mayat di kubur atau di bakar dan juga sebagai ruang tunggu bagi keluarga yang melayat baik keluarga dakat maupun sesama warga tionghoa lainnya yang menyempatkan diri untuk hadir seperti rekan kerja dan lain-lain.di ruangan utama ini sendiri terdiri dari empat tempat upacara kematian dan tempat duduk untuk keluarga.
2.Ruangan sekretariat
            Merupakan tempat penyimpanan barang-barang atau alat yang di pergunakan untuk upacara kematian dan pastinya juga ruangan sekretariat.
3.Ruangan tempat pemandian mayat
            Ruangan yang terletak di bagian belakang ini terkesan sangat elit seperti ruangan ICU di rumah sakit umum,di dalamnya dilengkapi dengan tempat penyimpanan mayat,yang di pergunakan untuk mendinginkan mayat agar tidak busuk.untuk menunggu keluarganya yang datangnya keluarga jauh seperti dari Jakarta,tangerang,pekan baru dan lain-lain.

4.Ruangan peti mayat
            Ruangan peti mayat bisa di katakan terbuka sebab tidak ada pintu dan pembatas dengan jalan utama untuk menuju ruang tamu.ruangan peti mayat sendiri terdiri dari dua sisi tempat letak peti  yang masing-masing sisi terdiri atas dua tingkat. setiap peti yang ada di ruangan tersebut diberi nama – nama bunga seperti anggrek, mawar dan lain sebagainya, untuk membedakan satu sama lainnya.

5.Ruangan khusus
            Ruangan khusus yaitu yang berada di atas,merupakan raungan tempat menginap para pengurus teras dari himpunan bersatu teguh.ruangan ini sulit diekspos dan di publikasikan karena ruang gerak di batasi di dalam memperoleh informasi kesannya lebih pribadi.
            Walau pun rumah duka bersatu teguh merupakan rumah duka bagi warga tionghoa,namun tidak tertutup pula juga di pergunakan bagi warga ras kuning lainnya seperti jepang dan korea.pernah terjadi beberapa kasus,yang diantaranya kisah seorang wanita jepang yang di bunuh di payakumbuh,kemudian atas inisiatif dari keluarga baik yang ada di Indonesia maupun yang berada di jepang,meminda mayat untuk di open di HBT dan abunya di kirim ke jepang.jadi bisa di analogikan,HBT yang pada dasarnya merupakan milik warga tionghoa tapi tidak tertutup kemungkinan warga ras kuning lainnya untuk menumpang melaksanakan upacara kematian.
            Jadi bisa di interpretasikan di mana pun warga ras kuning berada mereka tidak mengesampingkan kebudayaan dan latar belakang mereka yang tidak terlalu jawua berbeda baik itu cina,korea,jepang dan ras kuning pada umamnya,kalau bicara rasa persaudaraan mereka sepertinya mengesampingkan ego Negara mereka dan latar belakang mereka sendiri,sebagai mana kita ketahui jepang pernah menginvansi beberapa Negara ras kuning lainnya seperti cina dan korea





BAB III
PENUTUP

kesimpulan
Kebudayaan hanya terbatas dalam ciptaan manusia. Adapun sesuatu yang dapat menimbulkan segetaran kalbu, tetapi bukan dari ciptaan manusia, maka ia bukan masuk golongan budaya. Gunung yang membiru, lembah yang menghijau, sungai yang berbelit berliku-liku, walaupun bagaimana indah dan nikmatnya,namun semuanya itu bukanlah disebut kebudayaan, karena ia bukan ciptaan manusia, tetapi ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Tetapi selayang sapuan pensil menhias kanvas, atau segores pahatan di ujung batu, mungkin ia disebut sebagai kesenian atau segumpal kebudayaan,karena ia diciptakan oleh tangan manusia.

Saran
            Jadi bisa di interpretasikan di mana pun berada mereka tidak harus mengesampingkan kebudayaan dan latar belakang kebudayaan tertentu. Kalau bicara rasa persaudaraan mereka sepertinya mengesampingkan ego Negara mereka dan latar belakang mereka sendiri,sebagai mana kita ketahui jepang pernah menginvansi beberapa Negara ras kuning lainnya seperti cina dan korea

       




DAFTAR PUSTAKA


Farhan, aziz. 2014. “Pengertian masyarakat majemuk”, http://pangeranarti.blogspot.com, diakses 20 April 2015















LAMPIRAN : DOKUMENTASI




Tidak ada komentar:

Posting Komentar