assalamu'alaikum wr. wb.
ini adalah hari kedua yang sudah kuhitung sendiri betapa bahagianya mendapat IP sempurna di semester ini. 4,00. rasanya ini adalah semester yang sangat sibuk. banyaknya kegiatan ekstra kampus membuat kehadiran pada jam perkuliahan menjadi terganggu. malah aku akan maklum jika nilaiku menurun, namun Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan emas padaku untuk mencicipi bagaimana rasanya mendapat IP cemerlang seperti itu.
indah bangga ? jawabannya tentu iya. siapa juga yang tidak senang mendapat nilai sesempurna itu. namun, sekelebat setelah kesenangan itu muncul kekhawatiran. bagaimana jika rahmat ini mendatangkan laknat ? bagaimana nantinya jika aku menjadi orang yang mudah cepat puas dan IP 4,00 hanya sementara singgah di KHS ku ?
banyak sekali yang kukhawatirkan. aku takut banyak yang akan mendekat dan bersilat lidah memuja lalu menusukku. dan aku juga takut jika banyak yang menjauh. takut teman dekatku menjauh karena aku akan berubah menjadi orang yang sombong. dan aku juga takut, akan ada yang mengkhawatirkanku atas segala usahaku ini jika saja benar akan membawa dampak buruk ke depannya, orang tuaku.
dan tentu saja, kamu. setelah keinginan untuk mengabulkan keinginan orangtuaku, aku tentu ingin membuatmu bangga bisa mengenalku. aku kira kamu akan lebih bisa mendongakan wajahmu ketika mereka menyebut namaku.
tapi, pada malam itu lewat dimensi audio saja. aku tak bisa berkata apa-apa ketika engkau setengah terisak dan mulai mengkhawatirkan rasamu padaku. bukan main , aku kaget melihat kau seperti itu. aku kira kau akan sama seperti yang lain . aku kira, kau akan ikut tertatih mengejarku atas nama segala kelebihanku dan ketika mereka tidak tau sama sekali kekuranganku. ternyata tidak seperti itu. semakin aku menjadi hebat dimatamu, semakin kau merasa aku akan hilang dengan cepat sewaktu-waktu.
"kau bukan wanita sembarangan. aku takut jika aku akan ditikung oleh orang yang ingin mendapat kelebihanmu. aku terlihat gila jika kau semakin hebat dimataku. sungguh perasaan cinta yang ada sejak kita duduk dibangku kelas 2 SMA masih permanen ada dihatiku dan kau izinkan tumbuh. mengapa jarak selalu membuatku menjadi cemburu dan serakah untuk menatap matamu"
tidak, sayang. tidak hanya kau yang punya hati macam itu. aku sungguh sangat ingin engkau pulang. tapi, demi orangtuamu dan demi masa depanmu, tak akan kubiarkan satupun kecuali Allah yang punya kuasa untuk menghalangimu. bahkan jika keegoisanku memintamu pulang, tidak akan mungkin aku biarkan diriku menghalangi jalan hidupmu.
pergilah, aku disini akan fokus dengan melati yang ku genggam . ku jadikan melati seperti edelweis yang kian larut dalam penantian kita. masa depanku masa depanmu akan kita jadikan satu. biarlah, bintangku. biarlah hari ini kita tak ada makan siang, pergi ke pantai dan pertemuan layaknya mereka yang sedang merasakan rasa seperti ini kebanyakan, mimpikan aku untuk bisa menjadi nadi disetiap aliran darahmu.
semoga kita bisa berhasil dengan cita-cita kita. semoga mendapat tempat di lauhul mahfuz antara namamu dan namaku di genggamanNya.
karena inilah cara kita untuk mempermudah puncak kesuksesan yang kita mau. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar