sudah lama rasanya tidak menulis lagi. rasanya jika ini nyata, sudah penuh dengan debu karena telah lama tidak disapu. baru saja mulai lagi, awalnya pun kumulai sendu.
pembenaran dari sebuah kemungkinan-kemungkinan yang masih tidak kuketahui titik terangnya. apakah benar jalan yang kulangkahi . tidak mudah menjalankan kesendirian dan menafikan hati untuk sesuatu yang dipaksakan selama 2 tahun lebih. 2 tahun itu kucoba untuk menyimpul hati dengan penghuni baru. dan disaat kamu menyapa manis "kembali". entah mulai darimana perasaan yang sudah kusimpan rapi selama berahun-tahun mulai kau tanam dan rajin kau siram setiap hari. ini salahku yang selalu ingin mengusik hari indahmu dengannya dari radius 1872 km. tidak ada yang berbeda dari rasaku. hanya seuntai melodi tak berujung. pun tak kusiram jika kau tak izinkan. sederhana bukan?
saat kita diizinkan dari radius 1872 km itu untuk semakin didekatkan, aku tak pernah bermimpi bisa mengetahui perasaanmu. dari dulu hingga detik ini aku tau kau sudah punya orang lain. mimpi macam apa ini,pikirku. sampai saat kita kupikir kita sudah sedekat nadi.
bagi mereka mugkin pertemuan adalah hal yang mudah dan biasa. tapi , tidak dengan cintaku. bertemu satu hari saja aku mesti menunggu bertahun-tahun. belum lagi ditambah goresan per detik di tiap relung hatiku melihatmu tak ada jarak sama sekali dengannya, kini.
mungkin kecemburuanku sudah mencurigai akal sehatku. kemungkinan-kemungkinan terburuk pun sudah berusaha membuatku beradaptasi.
sangat berdosa bagiku untuk mencuri peluang orang lain mendapatkanmu. namun, orang lain tak akan mengerti dengan hal itu . dan bahkan orang tak akan percaya akan ceritamu yang penuh sandiwara menyimpul hati dengannya hanya karena rasa simpatimu. bahkan logikaku pun tak pernah percaya. tapi jika ku petakan rantai hubungan diantara kita, aku bisa mengerti klimaksnya.
rasa sendu yang dicipta lewat larik tulisan ini jika diteruskan masih takkan pernah berujung. tak pun tertarik bagiku untuk menyunting bagian yang tak ber- estetika sama sekali. takkan kuurut sistematis pun untukmu. artikanlah makna ini.
setengah menyumpah terkadang kukutuk rasa ini yang hadir padamu. tak ayal terkadang kularut dalam tangisku. dasar bodoh. bahkan aku tidak akan tau apa yang akan kalian lewati bersama saat setiap maghrib dibulan Ramadhan ini. tetapi aku masih tetap menunggu. sampai bibir pun mungkin menjadi biru. saat hati memipih bak di sembelih. saat bunga menjadi layu disayat sembilu.
dan dasar bodoh. aku hanya akan menunggu. menunggu kau banggakan aku dengan kebodohanku. menunggu agar aku punya hak setiap detil tindakanmu bisa ku dongakkan wajahku.
dan dengan kata lain, kusebut saja kebodohan ini sebagai RINDU..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar