#SATUKATACINTA

Jika kita sudah mengangkat tangan, Insya Allah Tuhan akan turun tangan

Sabtu, 11 Juni 2016

stand by me :)

assalamu'alaikum wr. wb.
ini adalah hari kedua yang sudah kuhitung sendiri betapa bahagianya mendapat IP sempurna di semester ini. 4,00. rasanya ini adalah semester yang sangat sibuk. banyaknya kegiatan ekstra kampus membuat kehadiran pada jam perkuliahan menjadi terganggu. malah aku akan maklum jika nilaiku menurun, namun Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan emas padaku untuk mencicipi bagaimana rasanya mendapat IP cemerlang seperti itu.
indah bangga ? jawabannya tentu iya. siapa juga yang tidak senang mendapat nilai sesempurna itu. namun, sekelebat setelah kesenangan itu muncul kekhawatiran. bagaimana jika rahmat ini mendatangkan laknat ? bagaimana nantinya jika aku menjadi orang yang mudah cepat puas dan IP 4,00 hanya sementara singgah di KHS ku ?
banyak sekali yang kukhawatirkan. aku takut banyak yang akan mendekat dan bersilat lidah memuja lalu menusukku. dan aku juga takut jika banyak yang menjauh. takut teman dekatku menjauh karena aku akan berubah menjadi orang yang sombong. dan aku juga takut, akan ada yang mengkhawatirkanku atas segala usahaku ini jika saja benar akan membawa dampak buruk ke depannya, orang tuaku.
dan tentu saja, kamu. setelah keinginan untuk mengabulkan keinginan orangtuaku, aku tentu ingin membuatmu bangga bisa mengenalku. aku kira kamu akan lebih bisa mendongakan wajahmu ketika mereka menyebut namaku.
tapi, pada malam itu lewat dimensi audio saja. aku tak bisa berkata apa-apa ketika engkau setengah terisak dan mulai mengkhawatirkan rasamu padaku. bukan main , aku kaget melihat kau seperti itu. aku kira kau akan sama seperti yang lain . aku kira, kau akan ikut tertatih mengejarku atas nama segala kelebihanku dan ketika mereka tidak tau sama sekali kekuranganku. ternyata tidak seperti itu. semakin aku menjadi hebat dimatamu, semakin kau merasa aku akan hilang dengan cepat sewaktu-waktu.
"kau bukan wanita sembarangan. aku takut jika aku akan ditikung oleh orang yang ingin mendapat kelebihanmu. aku terlihat gila jika kau semakin hebat dimataku. sungguh perasaan cinta yang ada sejak kita duduk dibangku kelas 2 SMA masih permanen ada dihatiku dan kau izinkan tumbuh. mengapa jarak selalu membuatku menjadi cemburu dan serakah untuk menatap matamu"
tidak, sayang. tidak hanya kau yang punya hati macam itu. aku sungguh sangat ingin engkau pulang. tapi, demi orangtuamu dan demi masa depanmu, tak akan kubiarkan satupun kecuali Allah yang punya kuasa untuk menghalangimu. bahkan jika keegoisanku memintamu pulang, tidak akan mungkin aku biarkan diriku menghalangi jalan hidupmu.
pergilah, aku disini akan fokus dengan melati yang ku genggam . ku jadikan melati seperti edelweis yang kian larut dalam penantian kita. masa depanku masa depanmu akan kita jadikan satu. biarlah, bintangku. biarlah hari ini kita tak ada makan siang, pergi ke pantai dan pertemuan layaknya mereka yang sedang merasakan rasa seperti ini kebanyakan, mimpikan aku untuk bisa menjadi nadi disetiap aliran darahmu.
semoga kita bisa berhasil dengan cita-cita kita. semoga  mendapat tempat di lauhul mahfuz antara namamu dan namaku di genggamanNya. 
karena inilah cara kita untuk mempermudah puncak kesuksesan yang kita mau. :)

Selasa, 07 Juni 2016

lembar baru

sudah lama rasanya tidak menulis lagi. rasanya jika ini nyata, sudah penuh dengan debu karena telah lama tidak disapu. baru saja mulai lagi, awalnya pun kumulai sendu.

pembenaran dari sebuah kemungkinan-kemungkinan yang masih tidak kuketahui titik terangnya. apakah benar jalan yang kulangkahi . tidak mudah menjalankan kesendirian dan menafikan hati untuk sesuatu yang dipaksakan selama 2 tahun lebih. 2 tahun itu kucoba untuk menyimpul hati dengan penghuni baru. dan disaat kamu menyapa manis "kembali". entah mulai darimana perasaan yang sudah kusimpan rapi selama berahun-tahun mulai kau tanam dan rajin kau siram setiap hari. ini salahku yang selalu ingin mengusik hari indahmu dengannya dari radius 1872 km. tidak ada yang berbeda dari rasaku. hanya seuntai melodi tak berujung. pun tak kusiram jika kau tak izinkan. sederhana bukan?

saat kita diizinkan dari radius 1872 km itu untuk semakin didekatkan, aku tak pernah bermimpi bisa mengetahui perasaanmu.  dari dulu hingga detik ini aku tau kau sudah punya orang lain. mimpi macam apa ini,pikirku.  sampai saat kita kupikir kita sudah sedekat nadi.
bagi mereka mugkin pertemuan adalah hal yang mudah dan biasa. tapi , tidak dengan cintaku. bertemu satu hari saja aku mesti menunggu bertahun-tahun. belum lagi ditambah goresan per detik di tiap relung hatiku melihatmu tak ada jarak sama sekali dengannya, kini.
mungkin kecemburuanku sudah mencurigai akal sehatku. kemungkinan-kemungkinan terburuk pun sudah berusaha membuatku beradaptasi.

sangat berdosa bagiku untuk mencuri peluang orang lain mendapatkanmu. namun, orang lain tak akan mengerti dengan hal itu . dan bahkan orang tak akan percaya akan ceritamu yang penuh sandiwara menyimpul hati dengannya hanya karena rasa simpatimu. bahkan logikaku pun tak pernah percaya. tapi jika ku petakan rantai hubungan diantara kita, aku bisa mengerti klimaksnya.

rasa sendu yang dicipta lewat larik tulisan ini jika diteruskan masih takkan pernah berujung. tak pun tertarik bagiku untuk menyunting bagian yang tak ber- estetika sama sekali. takkan kuurut sistematis pun untukmu. artikanlah makna ini.
setengah menyumpah terkadang kukutuk rasa ini yang hadir padamu. tak ayal terkadang kularut dalam tangisku. dasar bodoh. bahkan aku tidak akan tau apa yang akan kalian lewati bersama saat setiap maghrib dibulan Ramadhan ini. tetapi aku masih tetap menunggu. sampai bibir pun mungkin menjadi biru. saat hati memipih bak di sembelih. saat bunga menjadi layu disayat sembilu.
dan dasar bodoh. aku hanya akan menunggu. menunggu kau banggakan aku dengan kebodohanku. menunggu agar aku punya hak setiap detil tindakanmu bisa ku dongakkan wajahku.

dan dengan kata lain, kusebut saja kebodohan ini sebagai RINDU..