#SATUKATACINTA

Jika kita sudah mengangkat tangan, Insya Allah Tuhan akan turun tangan

Minggu, 27 September 2015

CONTOH ESAI UNTUK PEMULA

assalamu'alaikum. semangat pagi . kenapa pagi ? ya benar, karena pagi adalah simbol semangat dan etos kerja yang tinggi. kali ini saya akan posting esai yang membuat saya berhasil meraih juara 1 pada kompetisi lomba menulis esai yang diadakan jurusan psikologi Universitas Negeri Padang. alhamdulillah, untuk pemula seperti saya itu sudah sangat menguntungkan.hehehe
menulis esai tidak terlalu susah, yang penting kita mengetahui fokus kajian kita. seperti apa esainya? cekidot ! :D


Implikasi  Fenomena Batu Akik dalam Mambangkik Batang Tarandam


           

Perkembangan zaman yang menuntut kita sebagai agen of change tanpa kita sadari memiliki dinamika didalam kehidupan masyarakat. Mulai dari permainan anak nagari yang sudah lama punah dan digantikan oleh permainan berbasis teknologi canggih yang menyebabkan sosialisasi pembentukan kepribadian anak menjadi lemah dan belum siap untuk hidup ditengah masyarakat. Ditambah lagi akhir-akhir ini fenomena perhiasan yang sangat menggemparkan semua kalangan dan daerah tidak hanya di Minangkabau, bahkan se- Indonesia tengah demam dengan fenomena ini. Fenomena yang membuat harga emas kian merosot dan permintaan konsumen  menjadi menyusut. Fenomena yang membuat  Pengusaha emas terancam akan mengalami kerugian, padahal emas adalah salah satu logam mulia yang merupakan Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui dan digandrungi semua kalangan masyarakat dari dahulu hingga sekarang. Namun, semuanya sudah berubah sejak masuknya demam batu akik dikalangan masyarakat Indonesia.
            Batu akik sebenarnya tidak memiliki arti yang berarti. Ia hanya dipanggil dengan sebutan akik begitu saja secara turun temurun. Batu akik sendri juga sudah lama dikenal oleh generasi tua zaman dahulu untuk perhiasan dan sekedar hobi saja, akan tetapi kegemaran orang terdahulu tidak setinggi sekarang. Jika kita telusuri tiap sudut-sudut permukiman maupun pusat kota, itu sudah dihuni oleh pedagang batu akik dan pengasah sekaligus.
Batu akik yang  berasal dari batu vulkanik ini memiliki bentuk yang menarik, yakni membentuk sebuah bulatan yang cantik dan diikat ke cincin maupun kalung. Ketika diikat, ia akan menghipnotis masyarakat  karena warna dan bentuknya yang sangat menarik hati untuk dimiliki oleh masyarakat. Batu akik tidak mengenal jenis kelamin. Pria dan wanita memiliki selera tersendiri dalam pemilihan batu. Biasanya wanita memilih warna yang cerah, contohnya  batu akik jenis  delima dengan kemilau warna merah delima yang sangat menarik.           
            Realitas sosial yang dialami  masyarakat sekarang ini tanpa disadari memiliki implikasi yang akan menjadi cambuk untuk masyarakat minangkabau serta bisa menerapkan semboyan mambangkik batang tarandam. Banyaknya peminat batu akik membuat produsen batu akik mulai bertambah karena melihat peluang yang besar untuk memperoleh surplus penghasilan.  Jika kita berjalan-jalan dari pusat kota Padang ke daerah bypass dan sekitarnya, sepanjang jalan akan tampak pengasah batu akik dan berikut orang yang membelinya. Pemuda-pemuda setempat yang masih menjadi pengangguran akan memutar otak dan berkreatifitas sambil belajar bagaimana caranya mengasah batu. Hal ini akan dapat mengurangi angka pengangguran di ranah minang  khususnya dan Indonesia pada umumnya agar dapat mencapai tingkat kesejahteraan masyarakat. Dengan meningkatnya kesejahteraan, angka kriminalitas akan berkurang karena masyarakat sudah tidak susah lagi dalam mendapatkan pekerjaan yang layak. Generasi muda dan anak kemenakan juga akan bisa bersekolah sampai ke tingkat perguruan tinggi jika orang tua dapat membuka usaha sendiri, seperti membuka usaha batu akik yang sudah membumi. Dengan meningkatnya tingkat pendidikan, akan lahir sang pemimpin yang diinginkan  oleh banyak orang untuk menjadikan ranah minang sebagai daerah yang memiliki angka pelajar terdidik yang tinggi.
            Namun, ada dampak negatif yang harus dianalisa dengan cermat oleh masyarakat khususnya pecinta batu akik. Masyarakat yang terlalu fanatik kepada batu akik akan terkesan menuhankan benda tersebut dan akan berujung kepada syirik. Beberapa jenis batu akik yang memiliki mitos dapat meningkatkan kesuburan, menyembuhkan dari penyakit, dan lain sebagainya akan dapat mengubah paradigma masyarakat tentang sesuatu dan terlalu mudah mempercayai hal tersebut. Masyarakat minangkabau yang selalu berpegang teguh kepada adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah maupun syarak mangato, adat mamakai  tidak boleh terlalu percaya kepada pameo yang seperti itu. Terlalu fanatik kepada batu akik akan menyebabkan kita lupa kepada sang Khalik. Coba saja perhatikan setiap hari disekitar lingkungan kita, bapak-bapak yang sibuk dengan pengasahan batu lupa dengan waktu sholat dan masih saja bertahan di lokasi tersebut. Kelalaian dalam beribadah akan menyebabkan dampak  kepada ketauhidan kita kepada Allah Swt.
            Dari pemaparan diatas, jelaslah bahwa fenomena batu akik memiliki keunikan tersendiri dalam masyarakat Minangkabau. Fenomena ini akan menjadi sejarah peradaban manusia yang unik dan mendapat tempat tersendiri dikalangan masyarakat, karena batu akik pun tidak susah untuk ditemukan. Tidak sama halnya dengan emas yang harus dilakukan proses penyaringan beberapa kali dan memiliki harga yang cukup fantastis seiring dengan naik turunnya inflasi.  Kita sebagai Pemerhati masyarakat dan agen perubahan mesti mengikuti dan mengambil pelajaran dalam tiap proses perkembangan kehidupan manusia seperti ini.  sesuatu hal yang bernilai negatif akan lahir implikasi positif yang secara sadar atau tidak dalam fenomena itu sendiri. Realitas sosial tersebut akan menjadikannya sebagai nilai dan norma yang diserap dan diadopsi oleh masyarakat guna mempelajari interaksi masyarakat dan dalam perubahan sosial tentunya. Perubahan sosial yang bersifat progress akan memajukan suatu kehidupan masyarakat khususnya masyarakat minangkabau dan kembali meningkatkan hal apa saja yang sudah tertimbun oleh perkembangan zaman dalam upaya mambangkik batang tarandam dan managakkan kambali tonggak nan rabah.












IDENTITAS PENULIS


1.      Nama               : Indah SariRahmaini
BP                    : 1410812027
Jurusan             : Sosiologi
Fakultas           : ISIP
Universitas       : Universitas Andalas
NO. HP            : 082386853978
Email               : indah.rahmaini@ymail.com

2.  



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar