menulis esai tidak terlalu susah, yang penting kita mengetahui fokus kajian kita. seperti apa esainya? cekidot ! :D
Implikasi Fenomena Batu Akik dalam Mambangkik Batang Tarandam
Perkembangan zaman
yang menuntut kita sebagai agen of change
tanpa kita sadari memiliki dinamika didalam kehidupan masyarakat. Mulai
dari permainan anak nagari yang sudah lama punah dan digantikan oleh permainan
berbasis teknologi canggih yang menyebabkan sosialisasi pembentukan kepribadian
anak menjadi lemah dan belum siap untuk hidup ditengah masyarakat. Ditambah
lagi akhir-akhir ini fenomena perhiasan yang sangat menggemparkan semua
kalangan dan daerah tidak hanya di Minangkabau, bahkan se- Indonesia tengah
demam dengan fenomena ini. Fenomena yang membuat harga emas kian merosot dan
permintaan konsumen menjadi menyusut.
Fenomena yang membuat Pengusaha emas
terancam akan mengalami kerugian, padahal emas adalah salah satu logam mulia
yang merupakan Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui dan digandrungi
semua kalangan masyarakat dari dahulu hingga sekarang. Namun, semuanya sudah
berubah sejak masuknya demam batu akik dikalangan masyarakat Indonesia.
Batu
akik sebenarnya tidak memiliki arti yang berarti. Ia hanya dipanggil dengan
sebutan akik begitu saja secara turun
temurun. Batu akik sendri juga sudah lama dikenal oleh generasi tua zaman
dahulu untuk perhiasan dan sekedar hobi saja, akan tetapi kegemaran orang
terdahulu tidak setinggi sekarang. Jika kita telusuri tiap sudut-sudut
permukiman maupun pusat kota, itu sudah dihuni oleh pedagang batu akik dan
pengasah sekaligus.
Batu akik yang berasal dari batu vulkanik ini memiliki bentuk
yang menarik, yakni membentuk sebuah bulatan yang cantik dan diikat ke cincin
maupun kalung. Ketika diikat, ia akan menghipnotis masyarakat karena warna dan bentuknya yang sangat menarik
hati untuk dimiliki oleh masyarakat. Batu akik tidak mengenal jenis kelamin. Pria
dan wanita memiliki selera tersendiri dalam pemilihan batu. Biasanya wanita
memilih warna yang cerah, contohnya batu
akik jenis delima dengan kemilau warna
merah delima yang sangat menarik.
Realitas
sosial yang dialami masyarakat sekarang
ini tanpa disadari memiliki implikasi yang akan menjadi cambuk untuk masyarakat
minangkabau serta bisa menerapkan semboyan mambangkik
batang tarandam. Banyaknya peminat batu akik membuat produsen batu akik
mulai bertambah karena melihat peluang yang besar untuk memperoleh surplus
penghasilan. Jika kita berjalan-jalan
dari pusat kota Padang ke daerah bypass
dan sekitarnya, sepanjang jalan akan tampak pengasah batu akik dan berikut
orang yang membelinya. Pemuda-pemuda setempat yang masih menjadi pengangguran
akan memutar otak dan berkreatifitas sambil belajar bagaimana caranya mengasah
batu. Hal ini akan dapat mengurangi angka pengangguran di ranah minang khususnya dan Indonesia pada umumnya agar
dapat mencapai tingkat kesejahteraan masyarakat. Dengan meningkatnya
kesejahteraan, angka kriminalitas akan berkurang karena masyarakat sudah tidak
susah lagi dalam mendapatkan pekerjaan yang layak. Generasi muda dan anak
kemenakan juga akan bisa bersekolah sampai ke tingkat perguruan tinggi jika
orang tua dapat membuka usaha sendiri, seperti membuka usaha batu akik yang
sudah membumi. Dengan meningkatnya tingkat pendidikan, akan lahir sang pemimpin
yang diinginkan oleh banyak orang untuk
menjadikan ranah minang sebagai daerah yang memiliki angka pelajar terdidik
yang tinggi.
Namun,
ada dampak negatif yang harus dianalisa dengan cermat oleh masyarakat khususnya
pecinta batu akik. Masyarakat yang terlalu fanatik kepada batu akik akan
terkesan menuhankan benda tersebut dan akan berujung kepada syirik. Beberapa
jenis batu akik yang memiliki mitos dapat meningkatkan kesuburan, menyembuhkan
dari penyakit, dan lain sebagainya akan dapat mengubah paradigma masyarakat
tentang sesuatu dan terlalu mudah mempercayai hal tersebut. Masyarakat
minangkabau yang selalu berpegang teguh kepada adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah maupun syarak mangato, adat mamakai tidak boleh terlalu percaya kepada pameo
yang seperti itu. Terlalu fanatik kepada batu akik akan menyebabkan kita lupa
kepada sang Khalik. Coba saja perhatikan setiap hari disekitar lingkungan kita,
bapak-bapak yang sibuk dengan pengasahan batu lupa dengan waktu sholat dan
masih saja bertahan di lokasi tersebut. Kelalaian dalam beribadah akan
menyebabkan dampak kepada ketauhidan
kita kepada Allah Swt.
Dari
pemaparan diatas, jelaslah bahwa fenomena batu akik memiliki keunikan tersendiri
dalam masyarakat Minangkabau. Fenomena ini akan menjadi sejarah peradaban
manusia yang unik dan mendapat tempat tersendiri dikalangan masyarakat, karena
batu akik pun tidak susah untuk ditemukan. Tidak sama halnya dengan emas yang
harus dilakukan proses penyaringan beberapa kali dan memiliki harga yang cukup
fantastis seiring dengan naik turunnya inflasi.
Kita sebagai Pemerhati masyarakat dan agen perubahan mesti mengikuti dan
mengambil pelajaran dalam tiap proses perkembangan kehidupan manusia seperti
ini. sesuatu hal yang bernilai negatif
akan lahir implikasi positif yang secara sadar atau tidak dalam fenomena itu
sendiri. Realitas sosial tersebut akan menjadikannya sebagai nilai dan norma
yang diserap dan diadopsi oleh masyarakat guna mempelajari interaksi masyarakat
dan dalam perubahan sosial tentunya. Perubahan sosial yang bersifat progress
akan memajukan suatu kehidupan masyarakat khususnya masyarakat minangkabau dan
kembali meningkatkan hal apa saja yang sudah tertimbun oleh perkembangan zaman
dalam upaya mambangkik batang tarandam dan
managakkan kambali tonggak nan rabah.
IDENTITAS
PENULIS
1.
Nama : Indah SariRahmaini
BP : 1410812027
Jurusan : Sosiologi
Fakultas : ISIP
Universitas : Universitas Andalas
NO. HP : 082386853978
Email : indah.rahmaini@ymail.com
2.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar