#SATUKATACINTA

Jika kita sudah mengangkat tangan, Insya Allah Tuhan akan turun tangan

Minggu, 27 September 2015

KUMPULAN CERPEN : JANTUNG HANYA MENGIZINKANMU BERDETAK

baru belajar sih bikin cerpen. tolong tinggalkan komentar dan saran. ini sangat berkontribusi dalam karya saya berikutnya... :) ini asli karya saya sendiri :D



Jantung Hanya Mengizinkanmu Berdetak

“Ira tidak mau balik ? sudah setengah jam ini”
            Aku  menoleh dengan malas. Ku gerakkan kepala sedikit untuk mengkonfirmasi pertanyaan dini. Hujan memang sudah turun dari tadi. Perlahan membasahi dedaunan sampai  merunduk. Mobil yang berlalu lalang samar-samar kacanya tertutupi oleh bulir-bulir yang sekarang menjadi puluhan,ratusan,dan bahkan ribuan tetesnya dari langit. Ada yang sedang berhenti di halte bis seberang jalan untuk berteduh. Ada pula yang menghentikan sepeda motor dan buru-buru berteduh di atap halte agar tidak terlalu basah kuyup.  Tampak sepasang remaja tanggung sepertiku singgah sebentar di bagian kanan halte. Jelas tampak dari sini adalah sepasang muda-mudi. Perempuan mengenakan kerudung percampuran warna merah hati dan sedikit bercak-bercak biru hitam dan lelaki dengan kemeja hitamnya. Senyum tipis dan candaan ringan ikut lumat dalam derai tawanya. Entahlah, mungkin tidak hanya aku yang menyukai hujan. Setiap bulir yang turun selalu memberi aura positif pada setiap orang. Kurasa begitu. Ini adalah salah satu alasanku enggan balik bersama dini yang sudah menaiki bis baru-baru ini.
Aku sudah mulai masuk sekolah lagi. Terima kasih ira. Kamu teramat pintar dalam menyentuh hati seseorang. Aku berjanji tak akan pernah mengingat kecelakaan itu, bagaimana mungkin kamu memprediksi setiap detailnya padahal kita hanya bertemu tanpa tampak muka ?
Sedikit sudut bibirku tersenyum tanggung membaca kata per kata pesannya. Jemariku tak sabar ingin membalas pesan singkat itu. Dari seseorang yang tak tampak. Dia bagai jantung yang bisa saja dirasa detaknya, namun aku tak pernah bisa menggenggam dan melihatnya. Itu dia,Dani. Lelaki yang sampai sekarang tak ku ketahui rupanya. Dengan senang hati nanti akan kuceritakan bagaimana indahnya lelaki itu. Hujan sepertinya turut terhenyak dengan gejolak hatiku saat ini. Aku yang sempat sedikit iri dengan sepasang muda-mudi tadi mengangkat dagu dan tak tertarik lagi dengan kemesraannya.
***
Selepas mengantar pamanku yang tengah berlibur disini, Aku terburu untuk membeli sebuah air minum di toko kecil pelataran bandara. Anak dari pamanku yang masih 2 tahun tiba-tiba menangis karena belum minum dari sejam yang lalu. Mataku  dengan liar melirik kiri kanan dan ujung ke ujung bandara, tampaklah satu kedai kecil dan retina mataku menangkap ada air mineral disana, dengan terburu dan sigap aku langsung melesat tanpa memperhatikan orang disekitar. Entahlah aku saja tak bisa melihat mereka yang kutabrak, refleks aku meminta maaf sungguh-sungguh, wanita yang seperkiraanku berumur 30an itu –ketika aku perhatikan pasca tertabrak- urung memarahiku dan hanya menggeleng . Oh maafkan aku karena seceroboh ini. Satu persatu kucoba untuk berjalan lebih fokus dari segerombalan orang dengan mendorong keranjang barang. Mungkin saja mereka akan check in atau semacamnya. Dengan sigap jam tangan yang mulai lepas dari tangan kucoba perbaiki cepat dan seketika…
BRUKKK!!!
Tubuhku sekelebat ambruk menimpa sebuah benda keras didepanku. Oh tidak, ternyata itu beberapa benda yang sangat sakit menimpa kepalaku. Kuraba sedikit, untung tidak terasa darah dan kupastikan aku baik-baik saja. kucoba memberanikan diri membuka mata dan mencari siapa pemilik benda keras itu – yang beberapa detik kuketahui itu adalah koper– sampai-sampai meletakkannya di sembarang tempat. Aku mulai gelagapan dan darahku tak karuan ketika roda dorongan koper tersebut lepas dari sarangnya. Ya Tuhan! Kenapa aku seceroboh ini. Tak ada siapa-siapa didekat tumpukan koper. Dengan cepat kukeluarkan pulpen dan secarik kertas lalu menuliskan sesuatu.
            Maaf aku tak sengaja merusak kopermu, akan kuganti jika kau menuntut. 081275453645. Thanks.
Kertas itu ku tinggalkan dan aku segera berlalu sembari hendak menyegerakan diri membeli air minum.
***
            Aku membalas pesan singkatnya dengan kata sederhana dariku. Jemariku mengetik  dengan apa adanya dan terbias sesuatu. Ini sudah berlangsung sejak setahun yang lalu. Sebelumnya aku tak tertarik dengan perkenalan semu ini. Aku sebelumnya jika tidak tau apa tuan pemilik koper tersebut pria ataupun wanita. Seusia denganku atau malah lebih tua dariku. Saat itu aku hanya sang pendosa yang berharap meminta ampun atas kekacauan yang telah ku perbuat. Tak kusangka ternyata responnya malah welcome sekali. Bahkan sampai sekarang pesan singkatnya itu masih kusimpan di telepon genggamku.
Tidak apa-apa. Kau sangat baik dan bertanggung jawab sekali. Sebenarnya koperku juga sudah rusak sebagian. Siapapun kamu , kau teramat baik.
            Pesan singkat itu memberi goresan dihatiku. Siapapun itu, dia sangat lembut. Kubalas pesan demi pesan yang bertubi-tubi datang setelah kubalas pesan pertama darinya. Sungguh indah rencana Tuhan, dia masih muda. Umurnya selisih 2 tahun dariku. Itu ku ketahui dari proses berkenalan selama setahun dengannya. Selanjutnya hari-hari kami menyenangkan. Perkenalan semu ini tak terasa, bahkan ketika sudah  setahun berlalu.
***

“ini sudah sore ra, ayo. Kau kuantar pulang”
Lamunanku yang masih menyentuh bulir hujan tersendat ketika mendengar suara nanda. Aku sudah hafal sekali dengan suaranya. Aku tau dari gerak geriknya dia menyukaiku. Tidak. Aku sama sekali tak tertarik padanya.  Aku menyukai seseorang yang semu, ya. Terdengar aneh dalam hati kalian. Terlalu dini dan kalian tak akan mengerti. Bagai jantung yang tak terlihat. Detaknya bisa dirasakan, tapi tak dengan wujudnya . bahkan saat kau tiada, kau tak akan dapat menyentuh jantungmu.
            Aku mengangguk saat dia menawarkan . kunaiki motor ninja keluaran tahun 2013 itu dengan santai. Nanda memang sudah dekat denganku dari kelas 2 SMP. Berulang kali dia memintaku menjadi pacarnya. Aku urung.  Ia tak pernah lelah mengejar cintaku hingga sekarang.
            Tujuh delapan kilo terlampaui, nanda berbelok kearah kanan persimpangan masjid Al-furqon yang berarti itu komplek rumahku. Detik-detik memasuki pagar rumah sebelum turun, aku menyandang ranselku  yang tadi kugenggam.
“terima kasih nan, padahal rumahmu berlainan arah denganku. Maaf aku merepotkanmu”
Matanya teduh. Bibirnya tersungging manis diwajah tampannya.
“hanya ini yang bisa kulakukan demi mu. Kelak kuharap kau menerimaku, ira”
“kamu sangat tampan nanda, terimalah salah seorang yang memberi cokelat lusa kemarin padamu”
Dia berlalu dengan ekspresi yang sama sekali tak kumengerti.  Aku tau matanya teduh dan berhati lembut. Entah apa yang salah didiriku. Sama sekali aku tak tertarik dengan mata teduhnya.

***

            Pagi ini terasa lebih sejuk dari biasanya. Mungkin karena masih tersisa keteduhan hujan yang membawa kedamaian. Hujan yang selalu menjatuhkan bulir yang kurasa semu oleh nalarku. Saat semua bisa dijelaskan oleh penggila pengetahuan . dari proses evaporasi hingga naik ke awan kemudian terjadi kondensasi dan lanjut menjadi proses turunnya bulir-bulir indah seperti ini. Tapi masih sangat semu bagiku, mengapa bisa saat mendongak keatas bulir itu tak terlihat tampak dari awan, bahkan dari langit. Ku ambil kesimpualn itu kuasa Tuhan.
            Aku sangat bahagia sekali mendengar kabar dari Dani bahwa ia akan segera di operasi. Ah aku lupa cerita bahwa Dani sebenarnya lumpuh sejak ia kecelakaan 2 tahun yang lalu. Otot dikakinya tak bisa digerakkan. Ia memulai kehidupan diambang keputus asaan. Kenapa tidak, dia adalah seorang atlet renang dengan segudang medali dikamarnya –semua cerita itu kutau darinya- yang ia raih sebelum kecelakaan tragis itu. Kami saling bertukar foto lewat email. Dari matanya terlihat kesedihan yang mendalam. Di relung hatiku, aku sangat merasa dekat dengannya. Sekali lagi, kedekatan yang semu. Dia selalu memujiku dengan “kau benar-benar berbakat menghibur orang sepertiku , Ira” atau dengan “bagaimana mungkin aku bisa seteguh ini dengan motivasimu”.
            Kabar dani segera kuceritakan pada dini yang sedari tadi sudah sibuk dengan paper untuk tugas hari ini. Kebiasaannya tak jauh dari biasanya. Dini yang ceroboh dan suka menunda-nunda pekerjaan. Tapi ia teman terbaikku. Sambutan dini sangat antusias dan ikut gembira mendengar kebahagiaanku, namun kalimatnya tergantung ganjil setelah itu.
“ira, ini sudah setahun. Dan kamu berhak mengetahui balasan cintamu. Cintamu yang sama sekali tak ku pahami”
“aku sudah memutuskan ,din. libur semester aku akan ke Jakarta “
Dini memelukku dengan hangat. Dia selalu memberi sugesti positif padaku. 
***

Saat-saat itu datang. Aku terlihat tegang dan haru. Apa mungkin ini akan berdampak baik buatku atau malah mengecewakan hatiku. Bukan, bukan karena nilaiku. Alhamdulillah nilaiku terlihat dinamis . aku mendapatkan juara umum lagi . nilaku terlihat sempurna. Kopian nilai sudah kumasukkan kedalam ranselku untuk kuperlihatkan pada dani. Operasi dani berjalan lancar. Ia sudah bisa belajar berjalan. Melawan segala ketakutan yang ia rasakan 2 tahun terakhir. Plus dengan semangat yang telah kuhantarkan. 
Pesawat sudah lepas landas di udara. Sama dengan hatiku yang luntang lantang menunggu sebuah keinginan yang sangat lama kupendam. Kucoba memutar sebuah lagu didalam telpon genggamku yang ku atur mode airplane. Penerbangan dengan durasi satu setengah jam mulai terasa lambat mengudara. Kubaca lagi pesan yang dikirim dani sebelum aku take off .
Aku sudah sampai di bandara. Aku tak sabar ingin bertemu malaikatku ini. Kuharap semua langsung nyata didepan mata. Akan kunanti, kunanti.
Bersabar sedikit dani. Kita akan bertatap muka. Sedikit lagi. Ucapku pasti. Pelan kucoba raba saku celanaku dan hendak mengantongi telepon genggamku lagi. Tak sampai memejamkan mata, ternyata pesawat bergetar dan
DARRR!!!
Petir itu sangat menakutkan. Ia seperti mengeluarkan tegangan listrik ratusan volt yang teramat sangar. Jelas semua penumpang ketakutan. Awak pesawat segera mengingatkan untuk tetap tenang dan berdo’a. ternyata pilot telah melewati awan kumulusnimbus yang sangat kejam.
“kencangkan sabuk pengaman, tetaplah bersikap tenang. Pilot akan mengkondisikan”
Darahku tak karuan beredar di otak dan pembuluh darahku. Bukan kematian yang ku takutkan. Tapi, apakah pertemuan ini memang akan semu untuk selamanya ? MENGAPA? Ini cinta pertamaku. Aku tak berdegup ketika nanda menatapku. Aku tak mengenal cinta sampai dia menyapaku. Tuhan, izinkan aku bertemu dengannya, hanya untuk menatap matanya. Hanya untuk melihat semangat kesembuhannya. Hanya untuk membanggakan nilaiku saja .
Aku beristighfar semampuku. Tak ada perubahan. Kulihat separuh sayap sudah mulai hangus terbakar. Ku kumpulkan puing-puing keikhlasan dalam diriku. Jika ini memang rencanaNya, akan ada yang lebih baik dari ini di Surga nanti. Kucoba mengucapkan asma Allah kembali. Diwaktu pengucapan tahlil yang entah ke berapa aku tak bisa mengingatnya, kepala bertumbukan dengan benda tumpul dan teramat keras, lebih keras dari koper tuannya pria ku itu. Dan…
GELAP. Semuanya tak pernah kurasakan. Aku bagai berjalan di lorong malam sendirian. Tubuhku aneh tak bertuan. Bahkan untuk menyentuh wajahku saja terlalu transparan. Oh Tuhan. Ternyata ini rencanamu. Aku terpaku lama di kegelapan itu. Aku terus menerus berjalan dalam kegelapan. Tak kutemukan sesiapa disana. Aku terlalu hancur. Menangis tak guna. Tak lama setelah itu kulihat bayangan itu, dani. Entahlah aku tak paham. Entah dia yang tak nyata,atau entah aku yang sudah tak kasat mata. Aku bisa melihat dani keseluruhan. Dia bisa berdiri dengan gagah, oh Tuhan. Dia lebih tampan dari yang kubayangkan. Kenapa aku tak diizinkan untuk melihatnya seper sekian detik saja ? . dani langsung ambruk dalam tubuhku yang penuh dengan linangan darah. Ternyata pesawat yang kutumpangi sempat mendarat di Jakarta , namun gagal terselamatkan. Dani  yang tak bisa kusentuh , tak bisa berkirim pesan lagi. Dani menangis sekuat tangisan ku yang semu sekarang. ia memegang saputangan yang sempat dikirimkan padaku 5 bulan yang lalu . Ya. Dia lebih hebat mengenaliku hanya lewat benda bersejarah itu.
Tak kusangka ini begitu cepat. Jantung ini Detaknya bisa dirasakan, tapi tak dengan wujudnya . bahkan saat aku tiada, aku tak akan dapat menyentuh jantung itu.
Benar-benar semu, Dani.
***

CONTOH ESAI UNTUK PEMULA

assalamu'alaikum. semangat pagi . kenapa pagi ? ya benar, karena pagi adalah simbol semangat dan etos kerja yang tinggi. kali ini saya akan posting esai yang membuat saya berhasil meraih juara 1 pada kompetisi lomba menulis esai yang diadakan jurusan psikologi Universitas Negeri Padang. alhamdulillah, untuk pemula seperti saya itu sudah sangat menguntungkan.hehehe
menulis esai tidak terlalu susah, yang penting kita mengetahui fokus kajian kita. seperti apa esainya? cekidot ! :D


Implikasi  Fenomena Batu Akik dalam Mambangkik Batang Tarandam


           

Perkembangan zaman yang menuntut kita sebagai agen of change tanpa kita sadari memiliki dinamika didalam kehidupan masyarakat. Mulai dari permainan anak nagari yang sudah lama punah dan digantikan oleh permainan berbasis teknologi canggih yang menyebabkan sosialisasi pembentukan kepribadian anak menjadi lemah dan belum siap untuk hidup ditengah masyarakat. Ditambah lagi akhir-akhir ini fenomena perhiasan yang sangat menggemparkan semua kalangan dan daerah tidak hanya di Minangkabau, bahkan se- Indonesia tengah demam dengan fenomena ini. Fenomena yang membuat harga emas kian merosot dan permintaan konsumen  menjadi menyusut. Fenomena yang membuat  Pengusaha emas terancam akan mengalami kerugian, padahal emas adalah salah satu logam mulia yang merupakan Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui dan digandrungi semua kalangan masyarakat dari dahulu hingga sekarang. Namun, semuanya sudah berubah sejak masuknya demam batu akik dikalangan masyarakat Indonesia.
            Batu akik sebenarnya tidak memiliki arti yang berarti. Ia hanya dipanggil dengan sebutan akik begitu saja secara turun temurun. Batu akik sendri juga sudah lama dikenal oleh generasi tua zaman dahulu untuk perhiasan dan sekedar hobi saja, akan tetapi kegemaran orang terdahulu tidak setinggi sekarang. Jika kita telusuri tiap sudut-sudut permukiman maupun pusat kota, itu sudah dihuni oleh pedagang batu akik dan pengasah sekaligus.
Batu akik yang  berasal dari batu vulkanik ini memiliki bentuk yang menarik, yakni membentuk sebuah bulatan yang cantik dan diikat ke cincin maupun kalung. Ketika diikat, ia akan menghipnotis masyarakat  karena warna dan bentuknya yang sangat menarik hati untuk dimiliki oleh masyarakat. Batu akik tidak mengenal jenis kelamin. Pria dan wanita memiliki selera tersendiri dalam pemilihan batu. Biasanya wanita memilih warna yang cerah, contohnya  batu akik jenis  delima dengan kemilau warna merah delima yang sangat menarik.           
            Realitas sosial yang dialami  masyarakat sekarang ini tanpa disadari memiliki implikasi yang akan menjadi cambuk untuk masyarakat minangkabau serta bisa menerapkan semboyan mambangkik batang tarandam. Banyaknya peminat batu akik membuat produsen batu akik mulai bertambah karena melihat peluang yang besar untuk memperoleh surplus penghasilan.  Jika kita berjalan-jalan dari pusat kota Padang ke daerah bypass dan sekitarnya, sepanjang jalan akan tampak pengasah batu akik dan berikut orang yang membelinya. Pemuda-pemuda setempat yang masih menjadi pengangguran akan memutar otak dan berkreatifitas sambil belajar bagaimana caranya mengasah batu. Hal ini akan dapat mengurangi angka pengangguran di ranah minang  khususnya dan Indonesia pada umumnya agar dapat mencapai tingkat kesejahteraan masyarakat. Dengan meningkatnya kesejahteraan, angka kriminalitas akan berkurang karena masyarakat sudah tidak susah lagi dalam mendapatkan pekerjaan yang layak. Generasi muda dan anak kemenakan juga akan bisa bersekolah sampai ke tingkat perguruan tinggi jika orang tua dapat membuka usaha sendiri, seperti membuka usaha batu akik yang sudah membumi. Dengan meningkatnya tingkat pendidikan, akan lahir sang pemimpin yang diinginkan  oleh banyak orang untuk menjadikan ranah minang sebagai daerah yang memiliki angka pelajar terdidik yang tinggi.
            Namun, ada dampak negatif yang harus dianalisa dengan cermat oleh masyarakat khususnya pecinta batu akik. Masyarakat yang terlalu fanatik kepada batu akik akan terkesan menuhankan benda tersebut dan akan berujung kepada syirik. Beberapa jenis batu akik yang memiliki mitos dapat meningkatkan kesuburan, menyembuhkan dari penyakit, dan lain sebagainya akan dapat mengubah paradigma masyarakat tentang sesuatu dan terlalu mudah mempercayai hal tersebut. Masyarakat minangkabau yang selalu berpegang teguh kepada adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah maupun syarak mangato, adat mamakai  tidak boleh terlalu percaya kepada pameo yang seperti itu. Terlalu fanatik kepada batu akik akan menyebabkan kita lupa kepada sang Khalik. Coba saja perhatikan setiap hari disekitar lingkungan kita, bapak-bapak yang sibuk dengan pengasahan batu lupa dengan waktu sholat dan masih saja bertahan di lokasi tersebut. Kelalaian dalam beribadah akan menyebabkan dampak  kepada ketauhidan kita kepada Allah Swt.
            Dari pemaparan diatas, jelaslah bahwa fenomena batu akik memiliki keunikan tersendiri dalam masyarakat Minangkabau. Fenomena ini akan menjadi sejarah peradaban manusia yang unik dan mendapat tempat tersendiri dikalangan masyarakat, karena batu akik pun tidak susah untuk ditemukan. Tidak sama halnya dengan emas yang harus dilakukan proses penyaringan beberapa kali dan memiliki harga yang cukup fantastis seiring dengan naik turunnya inflasi.  Kita sebagai Pemerhati masyarakat dan agen perubahan mesti mengikuti dan mengambil pelajaran dalam tiap proses perkembangan kehidupan manusia seperti ini.  sesuatu hal yang bernilai negatif akan lahir implikasi positif yang secara sadar atau tidak dalam fenomena itu sendiri. Realitas sosial tersebut akan menjadikannya sebagai nilai dan norma yang diserap dan diadopsi oleh masyarakat guna mempelajari interaksi masyarakat dan dalam perubahan sosial tentunya. Perubahan sosial yang bersifat progress akan memajukan suatu kehidupan masyarakat khususnya masyarakat minangkabau dan kembali meningkatkan hal apa saja yang sudah tertimbun oleh perkembangan zaman dalam upaya mambangkik batang tarandam dan managakkan kambali tonggak nan rabah.












IDENTITAS PENULIS


1.      Nama               : Indah SariRahmaini
BP                    : 1410812027
Jurusan             : Sosiologi
Fakultas           : ISIP
Universitas       : Universitas Andalas
NO. HP            : 082386853978
Email               : indah.rahmaini@ymail.com

2.  



 

dimulai dengan bismillah :)

assalamu'alaikum muslim lover :) salam sejahtera untuk semua umat manusia didunia. terlambat bukannya tidak bisa lagi untuk memulai. tidak ada salahnya juga untuk belajar. hehehe
sebelumnya perkenalkan, saya Indah Sari Rahmaini. panggil saja indah. hamba Allah yang masih lemah dan dalam tahap pedekate dengan Tuhannya o:). anak pertama dari 2 bersaudara. memiliki adik perempuan yang sangat menjengkelkan,tapi sangat saya sayangi. masih lahir di generasi 90an. alhamdulillah sempat disuguhi tayangan kartun setiap minggu pagi - yang malangnya tak pernah dinikmati anak-anak saat ini -  sepulang didikan subuh.  kalian penasaran saya lahir tahun berapa ? saya lahir tahun 1996. terhitung sudah 19 tahun menginjakkan kaki di dunia yang penuh derai tawa dan isak tangis umat manusia ini. lahir bulan kelima dan pada tanggal 10 pada hari jumat di subuh hari. saya sangat bersyukur lahir pada hari mulia dan timing yang sangat teduh, adzan subuh.

sekarang sedang studi di jurusan sosiologi universitas andalas angkatan 2014. terhitung sekarang semester 3. ingin juga menjadi mahasiswa terkenal dengan cetakan prestasi dan mewarnai hari muda dengan jutaan mimpi . satu persatu mungkin saja akan terwujud jika diimbangi dengan usahanya.

punya hobi yang tidak konsisten. kadang suka membaca,terkadang malah saya benci dengan buku. sesekali hobi menyanyi jika diperlukan. jika tidak mungkin saya yang akan mendengarkan orang bernyanyi,hehehe. pernah juga punya hobi menjaili teman jika sedang bosan.
anak rumahan yang tidak suka dirumah. pertanyaannya,lalu kenapa anak rumahan jika tidak suka ? jawabannya : tidak diizinkan orang tua untuk membedah kehidupan dunia ini,hehehe. suka dengan tantangan dan pencinta alam,namun hanya bisa menikmatinya via picture   atau media lainnya.

jika ada yang bertanya, kenapa blog ini bernama mosaik mimpi ? ini hanya hasil berpikir cepat 2 menit. lalu tersusun 2 kata ini, menurut saya menarik. sesuai dengan target yang akan saya capai. saya memiliki sejuta mimpi yang masih terserak dimana-mana. belum bisa disatukan secara sistematis. sekali lagi, mimpi yang -sama halnya dengan hobi- tidak konsisten. menurut saya, semua orang boleh-boleh saja memiliki banyak mimpi. mimpi itu mulai saya tulis dalam secarik kertas, tempelan dinding,hingga semua akan hanya menjadi sekedar coretan jika sudah tercapai satu persatu. aminkan saja. semoga berhasil.

isi blog ini ? juga tidak konsisten hehehe. jika minat, saya akan memuat cerita pendek. mungkin juga esai. terkadang ingin juga curhat colongan jika darurat. hehehe, semoga yang membaca dapat ilmunya dan saya juga dapat berkahnya, hehehe .